Perlukah Menjadi Teknisi Komputer


teknisi komputer
Apa yang Anda lakukan ketika kejadian seperti ini terjadi? Sewaktu mengerjakan tugas entah tugas sekolah, kuliah atau kantor, di malam hari dengan menggunakan komputer mendadak komputer rusak, padahal pekerjaan mengharuskan selesai malam ini karena besok sudah diserahkan. Celakanya, waktu telah menunjukkan jam 11 malam. Mungkin Anda panik, bingung. Mau membawa komputer ke tukang servis, atau memanggil teknisi komputer, atau meminjam komputer teman, atau pergi ke warnet, atau yang lainnya?  keragu-raguan muncul.
 

Andai saja, Anda punya sedikit pengetahuan tentang seluk beluk komputer terutama hardware, apalagi punya kemampuan sekelas ahli/teknisi komputer yang terampil, persoalan tersebut mungkin segera dapat teratasi. Bagi  yang menganggap komputer menjadi bagian dari kebutuhan, mengenal bagian-bagian hardware komputer yang merupakan rangkaian kerja sebuah komputer.

Meski tidak harus menjadi teknisi komputer yang terampil, setidaknya kita mesti harus belajar tentang mereparasi komputer. Belajar bisa melalui membaca buku, membaca artikel-artikel komputer terutama hardware dan jaringan, ikut pelatihan, atau belajar langsung dengan teman yang mempunyai profesi sebagai teknisi komputer. Lebih lanjut pengantar tentang menjadi teknisi komputer yang terampil.

Blog Dummy di Sisi Lain

blog dummy
Blog dummy banyak memberi keuntungan bagi blog utama, terutama dari segi SEO. Namun perlu diingat, blog dummy jangan hanya sekedar dibuat ala kadarnya, selain membuang waktu dan tenaga, bisa-bisa blog utama menjadi korban karena blog dummy. 

Seperti yang saya tulis sebelummya yaitu membuat blog dummy dengan tujuan membantu memperkuat posisi blog utama di hasil search engine, terutama google. Banyak keraguan dari beberapa blogger atas keberadaan blog dummy, amankah? 

Kita analisa saja, agar blog lebih kuat di mata google, memerlukan pengakuan “eksistensi” blog tersebut oleh blog lain. Pengakuan tersebut bisa dengan jalan memberikan sebuah link. Hanya saja google melihat link tersebut berasal dari mana dan berapa nilainya? Kita bisa meminta kepada pemilik blog lain untuk memberikan link kepada kita, namun jangan berharap banyak. Jika pemilik blog tersebut teman, saudara kita mungkin bisa kita dapatkan. Tetapi untuk beberapa blog kelas atas sudah memasang tarif atas penempatan link blog. 

Bagaimana dengan tukar-menukar link? Meskipun ini gratis dan bisa diterima, namun apakah kita percaya atau yakin terhadap pengelola blog-nya? Apakah yang terjadi bila blog tersebut melakukan pelanggaran atau kena pinalti google? Selain itu, bila blog kita kelola dengan baik dan akhirnya mendapat PR sedangkan blog yang kita ajak tukar-menukar blog asal-asalan, bukannya dapat keuntungan malah sebaliknya. 

Terlebih, link yang akurat adalah berada dalam artikel, bukan di sidebar. Jalan paling mudah untuk mendapatkannya adalah melalui blog milik sendiri. Untuk itu blog dummy dibuat. Kita tidak perlu was-was, mengemis atau membeli link. Kita bebas melakukan apa saja terhadap blog kita, entah link akan diletakkan dimana, berapa link yang akan dibuat, dsb. 

Sisi Negatif Blog Dummy


Secara teori, bila blog dummy dikelola layaknya blog biasa tidak ada pengaruh negatif terhadap blog utama. Efek negatif justru terletak pada diri kita sendiri yaitu ketika mengelola blog dummy. Kita memerlukan tenaga dan waktu ekstra, apalagi bila mempunyai blog dummy banyak. Ditambah lagi biaya apabila blog dummy kita menggunakan domain dan hosting berbayar. 

Selain itu, blog dummy harus juga diperlakukan seperti halnya blog utama, artinya ada update artikel, memperhatikan seo dsb. Terlebih blog dummy gratis yang sewaktu-waktu bisa dinonaktifkan tanpa alasan tertentu. Makanya saya menganjurkan blog utama jangan membuat link ke blog dummy. Agar blog utama aman, buatlah blog dummy yang aman juga. Jangan sampai blog dummy dianggap spam oleh google. Kita juga perlu memonitor kesehatan blog dummy agar tidak disusupi program berbahaya oleh hacker, bila sampai terjadi, blog utama juga kena dampaknya. 


 
Template by: MasRoy.Net